Awalnya
Henny bekerja sebagai designer perkapalan (spesialis machinery/kamar
mesin), padahal saat itu belum lulus kuliah. Dari 5 orang yang dikirim
dari kampus, dia satu satunya wanita. Kehidupan mulai dari menerjakan
design hingga turun ke lapangan sudah dirasakannya sejak saat itu.
Pengalaman tersebut membentuk mental semakin berlapis, dari seorang yang
pendiam dan feminin, tiba tiba menjadi seorang yang sedikit agresif.
Agresif dalam artian tidak pernah merasa takut dan kepercayaan semakin
bertambah. Juga kerasnya kehidupan Jakarta tidak membuat dirinya menjadi
wanita yang gampang mengeluh dan putus asa. Waktu itu dia bekerja
dengan insinyur dari Jerman sehingga mendapat banyak ilmu mengenai
pekerjaan di lapangan mulai design, inspeksi kapal, hingga pekerjaan
seperti menhelas, memotong pipa dsb dilakukannya. Satu hal yang membuat
Henny bangga, saat itu dia satu satunya wanita di Kodja Bahari galangan
empat Jakarta yang menyandang gelar diploma (masih belum ada insinyur
wanita pada saat itu di bidang perkapalan).
Dari
Jakarta Henny kembali ke kota dimana dia dilahirkan, Surabaya. Di
Surabaya diamelanjutkan karir dibidang yang sama dan mulai fokus untuk
pekerjaan design, mulai kapal untuk kepentingan militer, tanker, cargo
(bulk carrier) hingga kapal penumpang. Ketika mengerjakan kapal cargo,
Henny mendapat kesempatan untuk mengikuti training ke Belanda. Tidak
mudah untuk berangkat ke Belanda, karena persaingan di dunia perkapalan
yang ketat, selain itu wanita masih dianggap belum mampu untuk mengemban
tugas berat di bidang perkapalan. Tetapi Tuhan berkehendak lain.
Perjalanan
berikutnya yang tidak pernah dia bayangkan tetapi menjadi bagian dari
karir dia adalah berangkat ke Jerman untuk mengambil double degree di
bidang design kapal. Di Jerman Henny tinggal di Bremen, dimana terdapat
universitas yang sangat bagus di bidang marine dan offshore. Saat study
dia juga bekerja sebagai part timer di beberapa perusahaan dan galangan
kapal. Alhamdulillah …. setelah berhasil menghubungi mantan manajernya,
Henny berhasil mendapat fasilitas yang lumayan termasuk mobil dari
perusahaan. Henny semakin percaya diri dan tidak takut sendiri di negeri
orang. Prinsip niat baik “Do the Best”selalu menjadi pegangannya. Tiga
bulan berada di Mechanical Engineering banyak belajar mengenai system,
detail desygn dan bahkan DIN (Standar Teknik Jerman). Akhirnya hal ini
meyakinkan seorang Professor Jerman untuk bisa membuat Henny kuliah di
semeser yang lebih tinggi, bisa di semester ke empat namun harus
mengerjakan tugas design yang sudah diberikansejak semester satu hanya
dengan waktu tiga bulan.
Dalam
pekerjaan sebagai part timer, Henny berada di perusahaan konsultan
perkapalan, mulai dari bagian kontrol dokumen hingga mengerjakan design.
Kemudian banyaj juga mengikuti seminar dan mendapat kesempatan bekerja
di sebuah badan klasifikasi kapal milik Inggris yaitu Lloys Register
yang berada di Hamburg. Di sana dia berkunjung ke perusahaan kapal
Komswroski yang banyak mendanai kapal kapal yang dibangun untuk
kepentingan Indonesia. Henny mencoba menawarkan galangan galangan kapal
di Indonesia selain PT PAL yang mungkin bisa membantu proyek proyek.
Henny
menyelesaikan sekolah tepat waktunya dan memutuskan untuk pulang ke
Indonesia (Mei 2006) dan menolak tawaran sebuah perusahaan untuk bekerja
di Jerman. Di Indonesia, dia hanya sempat enam bulan saja bekerja di
Jakarta dan pada 6 Januari 2007 bergabung di galangan kapal Sembawang di
Singapura. Di Singapura Henny sudah bekerja di lima perusahaan dan dua
diantaranya galanagn kapal Sembawang dan Keppelfels. Sempat ikut
berpartisipasi dalam proyek Pipe Lying Vessel dan Jack Up Rig.
Dari
Sembawang bergabung dengan Rig builder terbesar di dunia yaitu
Keppelfels. Dari galangan kapal hingga bekerja sebagai Senior engineer
di Compas Energy dan Modec merupakan batu loncatan yang luar biasa.
Melalui perjuangan yang keras untuk bisa meyakinkan mereka bahwa sebagai
seorang wanita juga mampu menjalankan pekerjaan besar.
Ditulis Oleh : Kelompom 5||ALUMNI ITS
About Author
Terima kasih telah mengunjungi BLOG kami.Mohon maaf bila ada posting-posting yang kurang berkenan. Terima Kasih

0 komentar:
Posting Komentar