Srikandi Kapal dari ITS

| Senin, 22 Desember 2014
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/henny1.jpgKabar alumni kali ini adalah seoarang yang bergerak di bidang perkapalan. Dia punya nama Henny Poerwanti, alumni PENS Perkapalan ITS angkatan 1989. Saat ini wanita kelahiran Surabaya tersebut menetap di Singapura dan bekerja di bidang konsultan perkapalan yang mensupport engineering manager di Modec (pemilik FPSO terbesar di dunia). Karir Henny dimulai tahun 1992 di Jakarta ketika mendapat kehormatan dari kampus Politeknik untuk mensupport GTZ. GTZ adalah lembaga milik Jerman yang bertugas membantu negara berkembang untuk memajukan negaranya.
Awalnya Henny bekerja sebagai designer perkapalan (spesialis machinery/kamar mesin), padahal saat itu belum lulus kuliah. Dari 5 orang yang dikirim dari kampus, dia satu satunya wanita. Kehidupan mulai dari menerjakan design hingga turun ke lapangan sudah dirasakannya sejak saat itu. Pengalaman tersebut membentuk mental semakin berlapis, dari seorang yang pendiam dan feminin, tiba tiba menjadi seorang yang sedikit agresif. Agresif dalam artian tidak pernah merasa takut dan kepercayaan semakin bertambah. Juga kerasnya kehidupan Jakarta tidak membuat dirinya menjadi wanita yang gampang mengeluh dan putus asa. Waktu itu dia bekerja dengan insinyur dari Jerman sehingga mendapat banyak ilmu mengenai pekerjaan di lapangan mulai design, inspeksi kapal, hingga pekerjaan seperti menhelas, memotong pipa dsb dilakukannya. Satu hal yang membuat Henny bangga, saat itu dia satu satunya wanita di Kodja Bahari galangan empat Jakarta yang menyandang gelar diploma (masih belum ada insinyur wanita pada saat itu di bidang perkapalan).
Dari Jakarta Henny kembali ke kota dimana dia dilahirkan, Surabaya. Di Surabaya diamelanjutkan karir dibidang yang sama dan mulai fokus untuk pekerjaan design, mulai kapal untuk kepentingan militer, tanker, cargo (bulk carrier) hingga kapal penumpang. Ketika mengerjakan kapal cargo, Henny mendapat kesempatan untuk mengikuti training  ke Belanda. Tidak mudah untuk berangkat ke Belanda, karena persaingan di dunia perkapalan yang ketat, selain itu wanita masih dianggap belum mampu untuk mengemban tugas berat di bidang perkapalan. Tetapi Tuhan berkehendak lain.
Perjalanan berikutnya yang tidak pernah dia bayangkan tetapi menjadi bagian dari karir dia adalah berangkat ke Jerman untuk mengambil double degree di bidang design kapal. Di Jerman Henny tinggal di Bremen, dimana terdapat universitas yang sangat bagus di bidang marine dan offshore. Saat study dia juga bekerja sebagai part timer di beberapa perusahaan dan galangan kapal. Alhamdulillah …. setelah berhasil menghubungi mantan manajernya, Henny berhasil mendapat fasilitas yang lumayan termasuk mobil dari perusahaan. Henny semakin percaya diri dan tidak takut sendiri di negeri orang. Prinsip niat baik “Do the Best”selalu menjadi pegangannya. Tiga bulan berada di Mechanical Engineering banyak belajar mengenai system, detail desygn dan bahkan DIN (Standar Teknik Jerman). Akhirnya hal ini meyakinkan seorang Professor Jerman untuk bisa membuat Henny kuliah di semeser yang lebih tinggi, bisa di semester ke empat namun harus mengerjakan tugas design yang sudah diberikansejak semester satu hanya dengan waktu tiga bulan.
Dalam pekerjaan sebagai part timer, Henny berada di perusahaan konsultan perkapalan, mulai dari bagian kontrol dokumen hingga mengerjakan design. Kemudian banyaj juga mengikuti seminar dan mendapat kesempatan bekerja di sebuah badan klasifikasi kapal milik Inggris yaitu Lloys Register yang berada di Hamburg. Di sana dia berkunjung ke perusahaan kapal Komswroski yang banyak mendanai kapal kapal yang dibangun untuk kepentingan Indonesia. Henny mencoba menawarkan galangan galangan kapal di Indonesia selain PT PAL yang mungkin bisa membantu proyek proyek.
Henny menyelesaikan sekolah tepat waktunya dan memutuskan untuk pulang ke Indonesia (Mei 2006) dan menolak tawaran sebuah perusahaan untuk bekerja di Jerman. Di Indonesia, dia hanya sempat enam bulan saja bekerja di Jakarta dan pada 6 Januari 2007 bergabung di galangan kapal Sembawang di Singapura. Di Singapura Henny sudah bekerja di lima perusahaan dan dua diantaranya galanagn kapal Sembawang dan Keppelfels. Sempat ikut berpartisipasi dalam proyek Pipe Lying Vessel dan Jack Up Rig.
Dari Sembawang bergabung dengan Rig builder terbesar di dunia yaitu Keppelfels. Dari galangan kapal hingga bekerja sebagai Senior engineer di Compas Energy dan Modec merupakan batu loncatan yang luar biasa. Melalui perjuangan yang keras untuk bisa meyakinkan mereka bahwa sebagai seorang wanita juga mampu menjalankan pekerjaan besar.

Ditulis Oleh : Kelompom 5||ALUMNI ITS

avatarAbout Author
Terima kasih telah mengunjungi BLOG kami.Mohon maaf bila ada posting-posting yang kurang berkenan. Terima Kasih

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
Diberdayakan oleh Blogger.
▲Top▲