Putri Indonesia 2007

| Rabu, 10 Desember 2014
Tidak di sangka-sangka Gracia Putri Raemawasti (lahir di BlitarJawa Timur5 Desember 1986; umur 28 tahun) adalah Puteri Indonesia 2007. Ia mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2008. Putri Raemawasti adalah mahasiswi jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh NopemberSurabaya angkatan 2005. Dia memiliki tinggi badan 172 cm.Di ajang Miss Universe 2008 ia sekamar dengan Miss Sri LankaArun.i Rajapakhsa

Gracia Putri Raema
Menjadi Putri Indonesia adalah media untuk mengeksplore segala bakat dan kemampuan yang terpendam dalam dirinya.

Bagaimana kriteria wanita yang cantik sempurna? Susah menerkanya karena sepanjang peradaban berjalan sepertinya tak seorangpun bisa sampai pada tataran tersebut. Apalagi soal kecantikan yang cenderung bergerak pada tata nilai dan ruang relatif.

Lalu apakah Puteri Indonesia, yang dibentuk oleh fisik cantik ditopang perilaku menawan dan kapasitas intelektual cerdas layak mendapat predikat wanita sempurna? Jawabannya kembali terletak pada pribadi masing-masing. Tapi setidaknya melihat Putri Raemawasti Putri Indonesia 2007, gambaran keindahan wanita itu terhampar nyata. Cantik, luwes dan berkarakter.
Jauh sebelum tertasbihkan sebagai Puteri Indonesia, lulusan Institut Teknologi Surabaya ini seolah telah menata jalan untuk merengkuh gelar tersebut. “Saya sering ikut ajang sejenis Putri Indonesia, seperti: pemilihan Puteri Jawa Timur atau Duta Wisata. Dan itu saya mulai sewaktu masih SMA,” ujar Putri.

Mengikuti ajang seperti Puteri Indonesia tentu kian mengasah semua potensi yang terkandung dalam diri dara kelahiran 5 desember 1986 ini. “Saya memang tidak memiliki bakat yang spesifik tetapi saya suka sekali nari,” ujar Putri dengan wajah penuh ekspresi.

Mengemban tugas sebagai Puteri Indonesia tentu tidak ringan palagi dalam waktu dekat tugas berat siap menanti yaitu mewakili Indonesia di ajang Miss Universe. Sebagai persiapannya, ”Setiap hari saya mengikuti kelas khusus mulai dari kepribadian, cara bicara dan hal lainnya,” ujarnya saat pemotretan Cover Majalah Prioritas BCA edisi 19-2007.

Adapun soal celah kontroversi mengenai ajang tersebut Putri menilai wajar, “Semua orang bebas berpendapat. Tapi sayang jika kita melihat segala sesuatu hanya dari sisi negatif, termasuk penyelenggaraan Miss Universe ini,” tukasnya.

Di sisi lain sebagai insan bangsa yang mencintai budaya Indonesia, Putri prihatin pada kondisi saat ini terutama soal menghilangnya budaya asli Indonesia dari bumi pertiwi. Hal ini seharusnya kian menyadarkan masyarakat agar upaya hukum harus dilakukan untuk melegitimasi kekayaan itu.

“Kebetulan sebulan lalu saya menemani Bapak Jero Wacik untuk mengimbau masyarakat agar siapapun yang mempunyai hasil karya apapun bentuknya segera mungkin untuk dipatenkan,” ujar pengagum Bunda Theresa ini. Menurut Putri ada keenggenan dari masyarakat untuk mematenkan karya atau budaya yang ada mengingat jumlahnya yang berlimpah. “Jangan karena terlalu kaya kita tak menjaganya,” tukas Puteri. (RM/007)





Ditulis Oleh : Kelompom 5||ALUMNI ITS

avatarAbout Author
Terima kasih telah mengunjungi BLOG kami.Mohon maaf bila ada posting-posting yang kurang berkenan. Terima Kasih

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
Diberdayakan oleh Blogger.
▲Top▲