Gelar tokoh muda diberikan kepada peneliti dari Jurusan Kimia
Fakultas MIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Sri
Fatmawati. Penelitiannya potensial menghasilkan senyawa obat untuk
menyembuhkan berbagai penyakit seperti malaria, infeksi, diabetes,
kanker, alzheimer, bahkan diharapkan bisa berkembang untuk mengobati
HIV.
Jika pada tahun sebelumnya penyandang
gelar People of The Year KORAN SINDO adalah orang-orang dengan latar
belakang politik-ekonomi, tahun ini KORAN SINDO memilih tokoh dari
bidang olahraga sebagai People of The Year 2013.
Adalah Indra Sjafri, sosok yang dinilai layak atas gelar POTY 2013.
Nama pria berdarah Minang itu menjadi perbincangan hangat lantaran
sukses membawa Tim Nasional U-19 asuhannya memenangi Asean Football
Federation (AFF) 2013 dan lolos ke putaran final Piala Asia U- 19.
Indra Sjafri mampu mengungguli sembilan kandidat lain semisal tim
besutannya sendiri, Timnas U-19, Haryanto Albar (penemu listrik
mikrohidro), Angkie Yudistia (founder dan CEO Thisable Enterprise),
Valencia Mieke Randa (founder Blood for Life), Karen Agustiawan
(direktur utama Pertamina), Jahja Setiaatmadja (presiden direktur BCA),
Abdullah Azwar Anas (bupati Banyuwangi), Joe Taslim (aktor), serta Utami
Roesli (aktivis hak bayi untuk mendapatkan air susu ibu).
Penetapan Indra Sjafri sebagai pemenang POTY dilakukan melalui
serangkaian tahap seleksi metodologi yang cukup ketat. Diawali dengan
focus group discussion (FGD), nama Indra Sjafri disebut oleh mayoritas
peserta FGD yang notabene merupakan anggota tim redaksi. Tak hanya nama
Indra yang mencuat, nama-nama lain juga menjadi pembicaraan sehingga
akhirnya terpilihlah 10 nama kandidat yang sekiranya layak menjadi tokoh
paling berpengaruh versi KORAN SINDOini. Setelah menentukan 10 kandidat
terbaik, proses selanjutnya adalah survei publik dan wawancara dengan
panel expert. Untuk menjaring pendapat publik, ada dua sistem yang
dilakukan.
Pertama, melalui telesurvei (percakapan melalui telepon). Kedua,
melalui survei online. Metode melalui percakapan telepon dilakukan pada
periode 28 Oktober – 28 November 2013. Responden di sembilan kota besar
di Indonesia (Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya,
Medan, Makassar, Denpasar, dan Palembang) dipilih secara acak dari buku
telepon. Adapun survei onlinedilakukan antara 25 November hingga 7
Desember 2013 melalui situs
www.sindonews.com dan www.koran-sindo.com.
Melalui dua media tersebut, terkumpullah 1.000 responden untuk survei
telepon dan 772 responden untuk survei online. Dalam survei telepon,
muncul lima kandidat terbaik yakni Timnas U-19, Angkie Yudistia,
Haryanto Albar, Indra Sjafri, serta Utami Roesli. Untuk survei melalui
telepon, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja berhasil menduduki
peringkat pertama diikuti empat besar: Indra Sjafri, Haryanto Albar,
Timnas U-19, serta aktor laga Joe Taslim.
Survei publik tidak menjadi satusatunya alat untuk menentukan
pemenang. Tahap selanjutnya adalah penilaian dari panel expert. Dari
tahun ke tahun, pemilihan pemenang POTY memang selalu melibatkan juri
yang representatif, kompeten, dan memiliki kredibilitas yang tidak
diragukan di bidangnya. Untuk tahun ini terpilih tujuh tokoh untuk
terlibat dalam proses penentuan pemenang.
Mereka adalah Yuswohady (konsultan pemasaran), Siti Zuhro (peneliti
senior LIPI), Hasnul Suhaimi (CEO XL Axiata), Noni S Purnomo (President
Director of Blue Bird Group Holding), Ary Ginanjar Agustian (pendiri ESQ
Leadership Center), Agustinus Prasetyantoko (dekan Fakultas Ilmu
Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi, Unika Atma Jaya), serta Makarim
Wibisono (direktur eksekutif ASEAN Foundation). KORANSINDO melakukan in
depth interview untuk menjaring pendapat dari para tokoh tersebut.
Wawancara dengan panel expertbukanlah tahap final.
Masih ada satu lagi proses untuk mendapatkan tokoh yang paling layak
mendapat anugerah People of The Year utama atau terbaik di antara yang
terbaik, yakni melalui FGD final redaksi. Pada tahap ini, penilaian dari
semua pihak, baik survei publik secara onlineserta telepon maupun
penilaian dari panel expertdigabungkan kemudian dilakukan scoring.
Hasilnya, Indra Sjafri memperoleh skor tertinggi. Akhirnya dicapailah
kesepakatan untuk menetapkan Indra Sjafri sebagai tokoh terbaik pilihan
KORAN SINDO dalam People of The Year 2013.
Selain memilih People of The Year, KORAN SINDOjuga memberikan
penghargaan khusus kepada para tokoh yang pada 2013 dinilai telah
memberi kontribusi serta manfaat besar bagi banyak orang dan lingkungan
di bidang masing-masing. Untuk POTY 2013, ada delapan kategori yang
ditetapkan yakni CEO BUMN, CEO swasta, kepala daerah, tokoh perempuan,
tokoh muda, tokoh social entrepreneur, atlet berprestasi, serta lifetime
achievement.
Penetapan pemenang untuk kategori khusus ini tidak melibatkan survei
publik, melainkan murni berdasarkan pilihan panel expertdan tim redaksi.
Untuk kategori CEO BUMN, Ignasius Jonan (direktur utama PT Kereta Api
Indonesia) terpilih sebagai pemenang. Jonan yang menjabat sebagai
direktur utama PT KAI sejak 2009 memulai sekaligus mengomandani
pelaksanaan berbagai inovasi dan perbaikan layanan untuk mengubah wajah
perkeretaapian Indonesia.
Upaya Jonan melakukan transformasi di tubuh PT KAI dimulai dengan
mengajak seluruh pegawai PT KAI mengubah pemikiran dari product
orientedmenjadi customer oriented. Mutu dan prosedur operasional sangat
diperhatikan demi kenyamanan, ketepatan waktu, dan keselamatan
penumpang. Pembenahan di sektor manajemen dilakukannya dengan tiga
langkah utama. Pertama, setiap orang diberi tugas, target, dan tanggung
jawab yang lebih jelas. Kedua, perbaikan kompensasi hingga standar umum.
Dan ketiga, penerapan reward and punishment.
Apabila ada pegawai atau pejabat yang tidak bisa beradaptasi dengan
perubahan paradigma dan budaya kerja ini, Jonan tidak segan-segan
“membuang” bahkan memecatnya. Sementara itu, untuk CEO perusahaan swasta
terpilih Jahja Setiaatmadja selaku presiden direktur Bank Central Asia
(BCA). Kiprah Jahja mampu mencuri perhatian para juri. Kepiawaiannya
dalam mempertahankan posisi BCA sebagai salah satu bank terbesar di
Indonesia dinilai layak mendapat apresiasi.
Dalam kategori kepala daerah, pilihan jatuh kepada Bupati Banyuwangi
Abdullah Azwar Anas. Sebelum dipimpin Anas, Banyuwangi relatif
tertinggal dibanding daerah lain di Jawa Timur. Anas merancang berbagai
solusinya dengan memetakan potensi yang ada berdasarkan kekhasan daerah
agar mempunyai diferensiasi dan berdaya saing tinggi. Alhasil, kini
Banyuwangi menjelma menjadi salah satu kabupaten maju dan paling
menjanjikan di Indonesia.
Susi Pudjiastuti, ownerdan CEO Susi Air, terpilih sebagai figur
terbaik kategori tokoh perempuan. Dia dinilai mampu membuka akses lebih
mudah ke berbagai daerah pelosok di Indonesia melalui maskapai yang
didirikannya.
Selanjutnya, gelar tokoh muda diberikan kepada peneliti dari Jurusan Teknik
Kimia Fakultas MIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS)
Sri Fatmawati. Penelitiannya potensial menghasilkan senyawa obat untuk
menyembuhkan berbagai penyakit seperti malaria, infeksi, diabetes,
kanker, alzheimer, bahkan diharapkan bisa berkembang untuk mengobati
HIV.
Kategori social enterpreneur dimenangi oleh Suratimin. Kiprah
Suratimin yang secara konsisten melakukan usaha konservasi di
Gunungkidul sekaligus memberdayakan masyarakat desa membuat para juri
dan dewan redaksi memberi nilai plus kepada bapak dua anak ini. Untuk
tahun 2013, KORAN SINDO juga mengusung kategori atlet berprestasi.
Pemain bulutangkis ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir mendapat
apresiasi terbaik dengan berbagai prestasi di ajang internasional yang
diraihnya.
Gelaran People of The Year Koran Sindo 2013 juga menghadirkan
penghargaan khusus lifetime achievement. Apresiasi istimewa ini
dianugerahkan kepada tokoh yang berdedikasi penuh kepada bangsa dan
negara serta konsisten memberikan kontribusi di jalur yang ditekuninya.
Pilihan dewan redaksi dan tim juri jatuh kepada Prof DR (HC) Ing Dr Sc
Mult Bacharuddin Jusuf Habibie. Keteladanan, pengaruh, dan
konsistensinya sebagai cendekiawan menjadi alasan KORAN SINDOmendaulat
presiden ketiga RI ini sebagai penerima penghargaan lifetime
achievement.
Membangun Optimisme Masa Depan
Optimisme, visi, kerja keras, dan tekad yang besar untuk memajukan
dunia sepak bola nasional tecermin dalam sosok Indra Sjafri. Perjuangan
Indra Sjafri untuk membawa timnya menuju kesuksesan memang tidak mudah.
Demi mencari bibit-bibit unggul sepak bola nasional di daerah-daerah
pelosok, Sjafri rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan uang pribadinya.
Dengan tekun dia berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk
menemukan pemain-pemain muda potensial. Seperti dikatakan salah satu
juri Siti Zuhro, figur Indra Sjafri sangat dibutuhkan saat ini.
”Indra Sjafri mampu membawa optimisme bagi bangsa. Kiprahnya sangat
menginspirasi terutama bagi kaum muda. Dia layak mendapat apresiasi,”
kata peneliti LIPI tersebut. Dengan cita-cita tertinggi bukan sekadar
piala dunia U-20 tahun depan, Indra dan jajaran pengurus PSSI serta FIFA
bahkan sudah mengeksplorasi dan menyusun bersama beberapa langkah
membentuk timnas masa depan yang kuat di segala lini.
Kiprah serta sepak terjang Indra Sjafri dan sosok-sosok lain peraih
anugerah People of The Year 2013 diharapkan bisa membawa inspirasi bagi
banyak orang. Mereka menggugah kita. Mereka membuka mata kita bahwa di
tengah berbagai masalah yang tengah melanda bangsa ini ternyata masih
ada orang-orang hebat yang mampu membawa optimisme baru bagi bangsa.
Semoga ajang People of The Year 2013 bisa menjadi pewaris semangat
dan kinerja para tokoh yang menerima anugerah penghargaan serta
mendorong munculnya semakin banyak orang biasa dengan kiprah luar biasa.
Demi bangsa. wiendy hapsari/ litbang
http://www.koran-sindo.com/node/358249