Latest Post

Soetjipto Soedjono

| Minggu, 28 Desember 2014
Baca selengkapnya »
                                                                            
                                                                                                                                                                                                                                                                         Nama Lengkap : Soetjipto Soedjono
                Tempat Lahir : Trenggalek
                  Tanggal Lahir : Senin, 13 Agustus 1945
                  Zodiac : Leo

Penemu Pondasi Sarang Laba-Laba
 Ia berasal dari Trenggalek, Jawa Timur. Gelar Sarjana Teknik Sipil diraih di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Insinyur Soetjipto bersama Insinyur Ryantori menemukan teknik fondasi konstruksi sarang laba-laba dan sejak 2004 pemilik paten fondasi konstruksi sarang laba-laba adalah PT Katama Suryabumi, fondasi ini terbukti aman dari gempa dan telah terbukti pada gempa di NAD, Sumatera Barat, Bengkulu, Manokwari, dan daerah rawan gempa lainnya. Sehingga dalam jangka dua tahun (3 Desember 2007 hingga 1 Desember 2009) telah mendapat lima penghargaan salah satunya Penghargaan Upakarti dengan kategori Rintisan Teknologi sebagai Pondasi Ramah Gempa. Insinyur Sutjipto lebih populer sebagai politisi ketimbang bidang konstruksi keahliannya. Nama pria kelahiran Trenggalek ini mencuat kepermukaan saat terjadinya konflik dalam tubuh PDI Jawa Timur. Soetjipto memilih mendukung DPP PDI pimpinan Megawati Soekarnoputri. Pilihan ini mengantarkannya menjabat Sekjen PDI-P dan Wakil Ketua MPR
Karier
 Ia memimpin kader dan simpatisian PDI di Jawa Timur melawan campur tangan pemerintah dalam tubuh PDI. Dia pun memindahkan markas PDI ke kantor CV. Bumi Raya, perusahaan jasa konstruksi miliknya. Sebab kantor lama masih dikuasai kubu Latief Pudjosakti. Sebuah bentuk perlawanan kepada pemerintah yang otoriter sekaligus sebagai wujud dukungan kepada kepemimpinan Megawati yang didukung oleh arus bawah.
Pilihannya membela dan menjunjung demokrasi itu, telah mengantarkan lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang kemudian menemukan teknik fondasi sarang laba-laba, ini menjadi seorang politisi kaliber nasional. Ahli konstruksi yang temuannya antara lain dipakai di Bandara Hang Nadim, Batam, ini akhir lebih mengalir bicara politik ketimbang bidang konstruksi yang juga digelutinya.
Memang, kehidupan politik (berorganisasi) bukan hal baru baginya. Sejak di SMA tahun 1964, ia sudah aktif di Gerakan Siswa Nasional Indonesia. Kemudian saat kuliah di ITS, ia aktif di Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, hingga menjabat menjabat wakil sekretariat GMNI Jawa Timur (1971). Pada tahun 1986, ia pun mulai aktif di PDI. Lalu, dua tahun kemudian terpilih sebagai bendahara PDI Jawa Timur.
 

Soetjipto Soedjono

Posted by : Unknown on :Minggu, 28 Desember 2014 With 0komentar

Nusyirwan Ismail

|
Baca selengkapnya »

Masa jabatan:
2010 – 2015

                 Pendidikan:
   1.  SD Negeri 35 Samarinda (1971).
   2. SMP Negeri 1 Samarinda (1974).
   3.SMA Negeri 1 Samarinda (1977).
   4.ITS Surabaya - Teknik Elektro (1983).
   5. Universitas Hasanuddin Makassar Ekonomi Perencanaan Pembangunan -            Strata 2 (2001)

                
Ir. H. Nursyirwan Ismail, M.Si (lahir di Samarinda, 24 Oktober 1959; umur 55 tahun) adalah wakil wali kota Samarinda untuk masa jabatan 2010-2015. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah Kalimantan Timur. Kemudian pada 23 November 2010 ia dilantik sebagai wakil wali kota Samarinda bersama wali kota Samarinda Syaharie Jaang setelah memenangkan Pilkada Kota Samarinda yang digelar pada 12 Oktober 2010            
Karier:


                             

Nusyirwan Ismail

Posted by : Unknown on : With 0komentar

Cak Alexander Ludi Sharing Pengalaman

| Senin, 22 Desember 2014
Baca selengkapnya »
Setelah sukses Kuliah tamu yang pertama beberapa bulan yang lalu, kali ini IKA ITS Luar Negeri bekerjasa sama lagi dengan BEM ITS dan pihak Rektorat ITS yang di handle langsung oleh Bapak Bambang Sampurno selaku Ketua Badan Pembinaan dan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni ITS. Acara yang diselenggarakan di Gedung Pasca Sarjana  Jumat 15 November 2013 menghadirkan nara sumber Cak Alexander Ludi, Director Busines Development Aulita Europe, Budapest Hungary.
Dalam paparannya, Cak Ludi mengajak setiap mahasiswa untuk berani bergerak demi memajukan perekonomian dalam negeri. Dikatakan Alexander, beberapa negara di Eropa saat ini tengah mengalami krisis ekonomi yang cukup sulit. Mereka selalu mencari cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. “Salah satunya dengan menggunakan sistem yang pernah disampaikan Bung Karno dalam pidatonya di tahun 1963,” jelas Alumni Teknik Mesin tersebut.
Menurut Alexander, Indonesia memang harus kembali pada konsep ekonomi yang telah dikemukakan oleh Soekarno. Pasalnya, konsep tersebut memang jelas ditujukan untuk masyarakat. “Kita harus tetap mengacu pada hukum, sebagaimana yang ada dalam pasal 33,” jelas pria yang tinggal di Italia sejak tahun 2001 tersebut.

Ia juga mengatakan, di Italia sistem perekonomian sudah mulai berjalan rapi. Sebab sistem ekonomi yang diterapkan benar-benar ditujukan kepada masyarakat. Selain itu antara badan satu dengan yang lainnya tidak saling mengatur satu sama lain. “Buktinya mereka mampu mengalami pertumbuhan ekonomi hingga 300 persen,” katanya.
Oleh sebab itu, sudah saatnya perekonomian di Indonesia kembali seperti dulu. Mengoptimalkan sumber daya alam yang ada serta selalu menonjolkan rasa kebersamaan. “Dengan begitu kita bisa menjadi negara yang maju, tak harus menunggu 2020 atau 2045,” ujar pria kelahiran Madiun itu.
Tak hanya menerapkan sistemnya, warga negara Indonesia juga harus mencontoh perilaku Bung Karno. Menurutnya, Bung Karno merupakan salah satu pemimpin besar yang pernah dimiliki Indonesia. Ia juga menjadi sosok yang disegani oleh bangsa-bangsa besar di Eropa.


Sumber : www.its.ac.id

Cak Alexander Ludi Sharing Pengalaman

Posted by : Unknown on :Senin, 22 Desember 2014 With 0komentar

Daun Muda yang Menjadi Peneliti Internasional

|
Baca selengkapnya »
Gelar tokoh muda diberikan kepada peneliti dari Jurusan Kimia Fakultas MIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Sri Fatmawati. Penelitiannya potensial menghasilkan senyawa obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti malaria, infeksi, diabetes, kanker, alzheimer, bahkan diharapkan bisa berkembang untuk mengobati HIV.
https://dn3pm25xmtlyu.cloudfront.net/photos/large/755964059.jpg?1365494153&Expires=1419399199&Signature=wF4EZPZSn-Pa2IHg7fEaGlTUL6pa9GA89mGpqF2YWYV0sHj5kiXG9oI5RYWzVlfV6R61YlfPoic43iU1c8Oz7JKfCtOulGwxEmYnPQDlDq65rAbnHpp7FLgVr4uqBvZNL2EeIgC1XlLcMGGdCpIzhqkbg71gAq~LoKbj0k5724o_&Key-Pair-Id=APKAIYVGSUJFNRFZBBTA 
Jika pada tahun sebelumnya penyandang gelar People of The Year KORAN SINDO adalah orang-orang dengan latar belakang politik-ekonomi, tahun ini KORAN SINDO memilih tokoh dari bidang olahraga sebagai People of The Year 2013.
Adalah Indra Sjafri, sosok yang dinilai layak atas gelar POTY 2013. Nama pria berdarah Minang itu menjadi perbincangan hangat lantaran sukses membawa Tim Nasional U-19 asuhannya memenangi Asean Football Federation (AFF) 2013 dan lolos ke putaran final Piala Asia U- 19.
Indra Sjafri mampu mengungguli sembilan kandidat lain semisal tim besutannya sendiri, Timnas U-19, Haryanto Albar (penemu listrik mikrohidro), Angkie Yudistia (founder dan CEO Thisable Enterprise), Valencia Mieke Randa (founder Blood for Life), Karen Agustiawan (direktur utama Pertamina), Jahja Setiaatmadja (presiden direktur BCA), Abdullah Azwar Anas (bupati Banyuwangi), Joe Taslim (aktor), serta Utami Roesli (aktivis hak bayi untuk mendapatkan air susu ibu).
Penetapan Indra Sjafri sebagai pemenang POTY dilakukan melalui serangkaian tahap seleksi metodologi yang cukup ketat. Diawali dengan focus group discussion (FGD), nama Indra Sjafri disebut oleh mayoritas peserta FGD yang notabene merupakan anggota tim redaksi. Tak hanya nama Indra yang mencuat, nama-nama lain juga menjadi pembicaraan sehingga akhirnya terpilihlah 10 nama kandidat yang sekiranya layak menjadi tokoh paling berpengaruh versi KORAN SINDOini. Setelah menentukan 10 kandidat terbaik, proses selanjutnya adalah survei publik dan wawancara dengan panel expert. Untuk menjaring pendapat publik, ada dua sistem yang dilakukan.
Pertama, melalui telesurvei (percakapan melalui telepon). Kedua, melalui survei online. Metode melalui percakapan telepon dilakukan pada periode 28 Oktober – 28 November 2013. Responden di sembilan kota besar di Indonesia (Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar, dan Palembang) dipilih secara acak dari buku telepon. Adapun survei onlinedilakukan antara 25 November hingga 7 Desember 2013 melalui situs www.sindonews.com dan www.koran-sindo.com.
Melalui dua media tersebut, terkumpullah 1.000 responden untuk survei telepon dan 772 responden untuk survei online. Dalam survei telepon, muncul lima kandidat terbaik yakni Timnas U-19, Angkie Yudistia, Haryanto Albar, Indra Sjafri, serta Utami Roesli. Untuk survei melalui telepon, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja berhasil menduduki peringkat pertama diikuti empat besar: Indra Sjafri, Haryanto Albar, Timnas U-19, serta aktor laga Joe Taslim.
Survei publik tidak menjadi satusatunya alat untuk menentukan pemenang. Tahap selanjutnya adalah penilaian dari panel expert. Dari tahun ke tahun, pemilihan pemenang POTY memang selalu melibatkan juri yang representatif, kompeten, dan memiliki kredibilitas yang tidak diragukan di bidangnya. Untuk tahun ini terpilih tujuh tokoh untuk terlibat dalam proses penentuan pemenang.
Mereka adalah Yuswohady (konsultan pemasaran), Siti Zuhro (peneliti senior LIPI), Hasnul Suhaimi (CEO XL Axiata), Noni S Purnomo (President Director of Blue Bird Group Holding), Ary Ginanjar Agustian (pendiri ESQ Leadership Center), Agustinus Prasetyantoko (dekan Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi, Unika Atma Jaya), serta Makarim Wibisono (direktur eksekutif ASEAN Foundation). KORANSINDO melakukan in depth interview untuk menjaring pendapat dari para tokoh tersebut. Wawancara dengan panel expertbukanlah tahap final.
Masih ada satu lagi proses untuk mendapatkan tokoh yang paling layak mendapat anugerah People of The Year utama atau terbaik di antara yang terbaik, yakni melalui FGD final redaksi. Pada tahap ini, penilaian dari semua pihak, baik survei publik secara onlineserta telepon maupun penilaian dari panel expertdigabungkan kemudian dilakukan scoring. Hasilnya, Indra Sjafri memperoleh skor tertinggi. Akhirnya dicapailah kesepakatan untuk menetapkan Indra Sjafri sebagai tokoh terbaik pilihan KORAN SINDO dalam People of The Year 2013.
Selain memilih People of The Year, KORAN SINDOjuga memberikan penghargaan khusus kepada para tokoh yang pada 2013 dinilai telah memberi kontribusi serta manfaat besar bagi banyak orang dan lingkungan di bidang masing-masing. Untuk POTY 2013, ada delapan kategori yang ditetapkan yakni CEO BUMN, CEO swasta, kepala daerah, tokoh perempuan, tokoh muda, tokoh social entrepreneur, atlet berprestasi, serta lifetime achievement.
Penetapan pemenang untuk kategori khusus ini tidak melibatkan survei publik, melainkan murni berdasarkan pilihan panel expertdan tim redaksi. Untuk kategori CEO BUMN, Ignasius Jonan (direktur utama PT Kereta Api Indonesia) terpilih sebagai pemenang. Jonan yang menjabat sebagai direktur utama PT KAI sejak 2009 memulai sekaligus mengomandani pelaksanaan berbagai inovasi dan perbaikan layanan untuk mengubah wajah perkeretaapian Indonesia.
Upaya Jonan melakukan transformasi di tubuh PT KAI dimulai dengan mengajak seluruh pegawai PT KAI mengubah pemikiran dari product orientedmenjadi customer oriented. Mutu dan prosedur operasional sangat diperhatikan demi kenyamanan, ketepatan waktu, dan keselamatan penumpang. Pembenahan di sektor manajemen dilakukannya dengan tiga langkah utama. Pertama, setiap orang diberi tugas, target, dan tanggung jawab yang lebih jelas. Kedua, perbaikan kompensasi hingga standar umum. Dan ketiga, penerapan reward and punishment.
Apabila ada pegawai atau pejabat yang tidak bisa beradaptasi dengan perubahan paradigma dan budaya kerja ini, Jonan tidak segan-segan “membuang” bahkan memecatnya. Sementara itu, untuk CEO perusahaan swasta terpilih Jahja Setiaatmadja selaku presiden direktur Bank Central Asia (BCA). Kiprah Jahja mampu mencuri perhatian para juri. Kepiawaiannya dalam mempertahankan posisi BCA sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia dinilai layak mendapat apresiasi.
Dalam kategori kepala daerah, pilihan jatuh kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Sebelum dipimpin Anas, Banyuwangi relatif tertinggal dibanding daerah lain di Jawa Timur. Anas merancang berbagai solusinya dengan memetakan potensi yang ada berdasarkan kekhasan daerah agar mempunyai diferensiasi dan berdaya saing tinggi. Alhasil, kini Banyuwangi menjelma menjadi salah satu kabupaten maju dan paling menjanjikan di Indonesia.
Susi Pudjiastuti, ownerdan CEO Susi Air, terpilih sebagai figur terbaik kategori tokoh perempuan. Dia dinilai mampu membuka akses lebih mudah ke berbagai daerah pelosok di Indonesia melalui maskapai yang didirikannya. Selanjutnya, gelar tokoh muda diberikan kepada peneliti dari Jurusan Teknik Kimia Fakultas MIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Sri Fatmawati. Penelitiannya potensial menghasilkan senyawa obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti malaria, infeksi, diabetes, kanker, alzheimer, bahkan diharapkan bisa berkembang untuk mengobati HIV. 
Kategori social enterpreneur dimenangi oleh Suratimin. Kiprah Suratimin yang secara konsisten melakukan usaha konservasi di Gunungkidul sekaligus memberdayakan masyarakat desa membuat para juri dan dewan redaksi memberi nilai plus kepada bapak dua anak ini. Untuk tahun 2013, KORAN SINDO juga mengusung kategori atlet berprestasi. Pemain bulutangkis ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir mendapat apresiasi terbaik dengan berbagai prestasi di ajang internasional yang diraihnya.
Gelaran People of The Year Koran Sindo 2013 juga menghadirkan penghargaan khusus lifetime achievement. Apresiasi istimewa ini dianugerahkan kepada tokoh yang berdedikasi penuh kepada bangsa dan negara serta konsisten memberikan kontribusi di jalur yang ditekuninya. Pilihan dewan redaksi dan tim juri jatuh kepada Prof DR (HC) Ing Dr Sc Mult Bacharuddin Jusuf Habibie. Keteladanan, pengaruh, dan konsistensinya sebagai cendekiawan menjadi alasan KORAN SINDOmendaulat presiden ketiga RI ini sebagai penerima penghargaan lifetime achievement.
Membangun Optimisme Masa Depan 
Optimisme, visi, kerja keras, dan tekad yang besar untuk memajukan dunia sepak bola nasional tecermin dalam sosok Indra Sjafri. Perjuangan Indra Sjafri untuk membawa timnya menuju kesuksesan memang tidak mudah. Demi mencari bibit-bibit unggul sepak bola nasional di daerah-daerah pelosok, Sjafri rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan uang pribadinya. Dengan tekun dia berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menemukan pemain-pemain muda potensial. Seperti dikatakan salah satu juri Siti Zuhro, figur Indra Sjafri sangat dibutuhkan saat ini.
”Indra Sjafri mampu membawa optimisme bagi bangsa. Kiprahnya sangat menginspirasi terutama bagi kaum muda. Dia layak mendapat apresiasi,” kata peneliti LIPI tersebut. Dengan cita-cita tertinggi bukan sekadar piala dunia U-20 tahun depan, Indra dan jajaran pengurus PSSI serta FIFA bahkan sudah mengeksplorasi dan menyusun bersama beberapa langkah membentuk timnas masa depan yang kuat di segala lini.
Kiprah serta sepak terjang Indra Sjafri dan sosok-sosok lain peraih anugerah People of The Year 2013 diharapkan bisa membawa inspirasi bagi banyak orang. Mereka menggugah kita. Mereka membuka mata kita bahwa di tengah berbagai masalah yang tengah melanda bangsa ini ternyata masih ada orang-orang hebat yang mampu membawa optimisme baru bagi bangsa.
Semoga ajang People of The Year 2013 bisa menjadi pewaris semangat dan kinerja para tokoh yang menerima anugerah penghargaan serta mendorong munculnya semakin banyak orang biasa dengan kiprah luar biasa. Demi bangsa. wiendy hapsari/ litbang
http://www.koran-sindo.com/node/358249

Daun Muda yang Menjadi Peneliti Internasional

Posted by : Unknown on : With 0komentar

Srikandi Kapal dari ITS

|
Baca selengkapnya »
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/henny1.jpgKabar alumni kali ini adalah seoarang yang bergerak di bidang perkapalan. Dia punya nama Henny Poerwanti, alumni PENS Perkapalan ITS angkatan 1989. Saat ini wanita kelahiran Surabaya tersebut menetap di Singapura dan bekerja di bidang konsultan perkapalan yang mensupport engineering manager di Modec (pemilik FPSO terbesar di dunia). Karir Henny dimulai tahun 1992 di Jakarta ketika mendapat kehormatan dari kampus Politeknik untuk mensupport GTZ. GTZ adalah lembaga milik Jerman yang bertugas membantu negara berkembang untuk memajukan negaranya.
Awalnya Henny bekerja sebagai designer perkapalan (spesialis machinery/kamar mesin), padahal saat itu belum lulus kuliah. Dari 5 orang yang dikirim dari kampus, dia satu satunya wanita. Kehidupan mulai dari menerjakan design hingga turun ke lapangan sudah dirasakannya sejak saat itu. Pengalaman tersebut membentuk mental semakin berlapis, dari seorang yang pendiam dan feminin, tiba tiba menjadi seorang yang sedikit agresif. Agresif dalam artian tidak pernah merasa takut dan kepercayaan semakin bertambah. Juga kerasnya kehidupan Jakarta tidak membuat dirinya menjadi wanita yang gampang mengeluh dan putus asa. Waktu itu dia bekerja dengan insinyur dari Jerman sehingga mendapat banyak ilmu mengenai pekerjaan di lapangan mulai design, inspeksi kapal, hingga pekerjaan seperti menhelas, memotong pipa dsb dilakukannya. Satu hal yang membuat Henny bangga, saat itu dia satu satunya wanita di Kodja Bahari galangan empat Jakarta yang menyandang gelar diploma (masih belum ada insinyur wanita pada saat itu di bidang perkapalan).
Dari Jakarta Henny kembali ke kota dimana dia dilahirkan, Surabaya. Di Surabaya diamelanjutkan karir dibidang yang sama dan mulai fokus untuk pekerjaan design, mulai kapal untuk kepentingan militer, tanker, cargo (bulk carrier) hingga kapal penumpang. Ketika mengerjakan kapal cargo, Henny mendapat kesempatan untuk mengikuti training  ke Belanda. Tidak mudah untuk berangkat ke Belanda, karena persaingan di dunia perkapalan yang ketat, selain itu wanita masih dianggap belum mampu untuk mengemban tugas berat di bidang perkapalan. Tetapi Tuhan berkehendak lain.
Perjalanan berikutnya yang tidak pernah dia bayangkan tetapi menjadi bagian dari karir dia adalah berangkat ke Jerman untuk mengambil double degree di bidang design kapal. Di Jerman Henny tinggal di Bremen, dimana terdapat universitas yang sangat bagus di bidang marine dan offshore. Saat study dia juga bekerja sebagai part timer di beberapa perusahaan dan galangan kapal. Alhamdulillah …. setelah berhasil menghubungi mantan manajernya, Henny berhasil mendapat fasilitas yang lumayan termasuk mobil dari perusahaan. Henny semakin percaya diri dan tidak takut sendiri di negeri orang. Prinsip niat baik “Do the Best”selalu menjadi pegangannya. Tiga bulan berada di Mechanical Engineering banyak belajar mengenai system, detail desygn dan bahkan DIN (Standar Teknik Jerman). Akhirnya hal ini meyakinkan seorang Professor Jerman untuk bisa membuat Henny kuliah di semeser yang lebih tinggi, bisa di semester ke empat namun harus mengerjakan tugas design yang sudah diberikansejak semester satu hanya dengan waktu tiga bulan.
Dalam pekerjaan sebagai part timer, Henny berada di perusahaan konsultan perkapalan, mulai dari bagian kontrol dokumen hingga mengerjakan design. Kemudian banyaj juga mengikuti seminar dan mendapat kesempatan bekerja di sebuah badan klasifikasi kapal milik Inggris yaitu Lloys Register yang berada di Hamburg. Di sana dia berkunjung ke perusahaan kapal Komswroski yang banyak mendanai kapal kapal yang dibangun untuk kepentingan Indonesia. Henny mencoba menawarkan galangan galangan kapal di Indonesia selain PT PAL yang mungkin bisa membantu proyek proyek.
Henny menyelesaikan sekolah tepat waktunya dan memutuskan untuk pulang ke Indonesia (Mei 2006) dan menolak tawaran sebuah perusahaan untuk bekerja di Jerman. Di Indonesia, dia hanya sempat enam bulan saja bekerja di Jakarta dan pada 6 Januari 2007 bergabung di galangan kapal Sembawang di Singapura. Di Singapura Henny sudah bekerja di lima perusahaan dan dua diantaranya galanagn kapal Sembawang dan Keppelfels. Sempat ikut berpartisipasi dalam proyek Pipe Lying Vessel dan Jack Up Rig.
Dari Sembawang bergabung dengan Rig builder terbesar di dunia yaitu Keppelfels. Dari galangan kapal hingga bekerja sebagai Senior engineer di Compas Energy dan Modec merupakan batu loncatan yang luar biasa. Melalui perjuangan yang keras untuk bisa meyakinkan mereka bahwa sebagai seorang wanita juga mampu menjalankan pekerjaan besar.

Srikandi Kapal dari ITS

Posted by : Unknown on : With 0komentar

Ni Nyoman Trisnasari

| Kamis, 11 Desember 2014
Baca selengkapnya »



















Namanya Ni Nyoman Trisnasari. Setahun terakhir ia menjabat sebagai Chief Technical Officer PT Aero Systems Indonesia (Asyst), anak perusahaan PT Garuda Indonesia yang menangani sistem penerbangan Garuda. Asyst merupakan satu-satunya perusahaan yang menangani end-to-end industri penerbangan dari ticketing, penjadwalan pesawat beserta pilot dan pramugarinya.
Alumni Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, ini belum lama kembali ke tanah air. Sekitar 9 bulan sejak kelulusannya, wanita yang akrab dipanggil Koming ini langsung meniti karier di Hughes Aircraft, Amerika Serikat. Sejak itulah ia berkarier di dunia satelit dan komunikasi internasional.
Bagaimana Koming menjalani kariernya di lingkungan male-dominant? Berikut kutipan wawancara eksklusif Tika Widyaningtyas, reporter  SWA Online.
Bagaimana awalnya Anda bergabung dengan Asyst?Sebelumnya tahun 2009 saya sempat kembali ke Indonesia karena ada proyek di Dubai dengan Motorola San Diego sempat kena dampak krisis. Tapi waktu itu saya masih jadi konsultan, kerja jarak jauh. Saat saya di sini, saya dikontak untuk membantu Asyst untuk project management seperti data center improvement dan disaster recovery center. Saya bantu mulai dari desain konsepnya, analisis, pemilihan bidding process, sampai disaster recovery planning.
Setelah selesai saya kembali ke Norwegia. Saat saya di Norwegia, kebetulan Asyst sedang membutuhkan posisi ini. Asyst menghubungi saya. Cukup lama saya berpikir untuk decide ikut atau tidak, sampai berbulan-bulan. Akhirnya saya bilang, “Ya sudah, saya coba itu.”
Pernahkah Anda mengalami kesulitan sebagai perempuan di dunia teknik yang didominasi dengan laki-laki ini?Susah nggak ya? Dari sisi belajarnya sih oke-oke saja. Terus terang cita-cita saya dulu jadi dokter, tapi salah masuk jurusan di Teknik Elektro. Setelah saya masuk, saya ikuti karena saya suka ilmu-ilmu eksak apalagi Matematika. Kalau di Teknik Elektro itu penguasaan Matematika harus super canggih,  jadi saya suka dan enjoy. Waktu kuliah saya banyak belajar teori, pelajaran Matematika banyak sekali, integral sampai beberapa kali. Kemudian waktu saya dapat kesempatan di Amerika, saya banyak di lab, baru ngeh bahwa teori itu dipakainya di sini. Learning by doing nya di situ. Nah, karena jadi nyambung jadi lebih fun. Karena fun, dibilang sulit juga tidak.
Bagaimana dengan bekerja bahkan memimpin laki-laki?Kalau bekerja di lingkungan yang male-dominant, saya rasa memang berat. Walau bagaimana pun juga, kita sebagai perempuan selalau dianggap lebih lemah dan tidak bisa lebih laki-laki. Kalau laki-laki dipimpin oleh wanita, reluctance-nya akan lebih tinggi. Jadi kita kalau mau jadi pemimpin laki-laki, kita harus berlipat-lipat lebih bagus dari mereka sehingga respect mereka benar. Mereka juga tidak meragukan bahwa kita lebih bagus atau sama saja dengan mereka. Jadi usaha kita memang harus berlipat-lipat kali dari laki-laki.
Bagaimana gaya Anda dalam bekerja, terutama saat memimpin laki-laki?Saya terus terang bukan orang yang peduli dengan leveling atasan dan bawahan. Saya memperlakukan teman-teman saya sebagai kolega dan tim. Karena tanpa teamwork yang solid ini kita akan susah untuk berhasil. Saya juga menerapkan kalau di luar jangan bawa-bawa jabatan. Kalau di luar kantor seperti nonton bareng atau makan bareng, urusan kita pertemanan. It’s a friendship, jadi bukan karena saya bawahan atau saya bawahan. Dengan begitu menjadikan saya tidak merasa berat terutama untuk leadership-nya. (EVA) 
                                                                   (RM/007)

Sumber:(http://swa.co.id/profile/ni-nyoman-trisnasari-srikandi-di-asyst)
















Ni Nyoman Trisnasari

Posted by : Unknown on :Kamis, 11 Desember 2014 With 0komentar

Putri Indonesia 2007

| Rabu, 10 Desember 2014
Baca selengkapnya »
Tidak di sangka-sangka Gracia Putri Raemawasti (lahir di BlitarJawa Timur5 Desember 1986; umur 28 tahun) adalah Puteri Indonesia 2007. Ia mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2008. Putri Raemawasti adalah mahasiswi jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh NopemberSurabaya angkatan 2005. Dia memiliki tinggi badan 172 cm.Di ajang Miss Universe 2008 ia sekamar dengan Miss Sri LankaArun.i Rajapakhsa

Gracia Putri Raema
Menjadi Putri Indonesia adalah media untuk mengeksplore segala bakat dan kemampuan yang terpendam dalam dirinya.

Bagaimana kriteria wanita yang cantik sempurna? Susah menerkanya karena sepanjang peradaban berjalan sepertinya tak seorangpun bisa sampai pada tataran tersebut. Apalagi soal kecantikan yang cenderung bergerak pada tata nilai dan ruang relatif.

Lalu apakah Puteri Indonesia, yang dibentuk oleh fisik cantik ditopang perilaku menawan dan kapasitas intelektual cerdas layak mendapat predikat wanita sempurna? Jawabannya kembali terletak pada pribadi masing-masing. Tapi setidaknya melihat Putri Raemawasti Putri Indonesia 2007, gambaran keindahan wanita itu terhampar nyata. Cantik, luwes dan berkarakter.
Jauh sebelum tertasbihkan sebagai Puteri Indonesia, lulusan Institut Teknologi Surabaya ini seolah telah menata jalan untuk merengkuh gelar tersebut. “Saya sering ikut ajang sejenis Putri Indonesia, seperti: pemilihan Puteri Jawa Timur atau Duta Wisata. Dan itu saya mulai sewaktu masih SMA,” ujar Putri.

Mengikuti ajang seperti Puteri Indonesia tentu kian mengasah semua potensi yang terkandung dalam diri dara kelahiran 5 desember 1986 ini. “Saya memang tidak memiliki bakat yang spesifik tetapi saya suka sekali nari,” ujar Putri dengan wajah penuh ekspresi.

Mengemban tugas sebagai Puteri Indonesia tentu tidak ringan palagi dalam waktu dekat tugas berat siap menanti yaitu mewakili Indonesia di ajang Miss Universe. Sebagai persiapannya, ”Setiap hari saya mengikuti kelas khusus mulai dari kepribadian, cara bicara dan hal lainnya,” ujarnya saat pemotretan Cover Majalah Prioritas BCA edisi 19-2007.

Adapun soal celah kontroversi mengenai ajang tersebut Putri menilai wajar, “Semua orang bebas berpendapat. Tapi sayang jika kita melihat segala sesuatu hanya dari sisi negatif, termasuk penyelenggaraan Miss Universe ini,” tukasnya.

Di sisi lain sebagai insan bangsa yang mencintai budaya Indonesia, Putri prihatin pada kondisi saat ini terutama soal menghilangnya budaya asli Indonesia dari bumi pertiwi. Hal ini seharusnya kian menyadarkan masyarakat agar upaya hukum harus dilakukan untuk melegitimasi kekayaan itu.

“Kebetulan sebulan lalu saya menemani Bapak Jero Wacik untuk mengimbau masyarakat agar siapapun yang mempunyai hasil karya apapun bentuknya segera mungkin untuk dipatenkan,” ujar pengagum Bunda Theresa ini. Menurut Putri ada keenggenan dari masyarakat untuk mematenkan karya atau budaya yang ada mengingat jumlahnya yang berlimpah. “Jangan karena terlalu kaya kita tak menjaganya,” tukas Puteri. (RM/007)





Putri Indonesia 2007

Posted by : Unknown on :Rabu, 10 Desember 2014 With 0komentar
Prev
Diberdayakan oleh Blogger.
▲Top▲